Persahabatan

February 5th, 2008  Tagged , ,

Tahukah Anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah Anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain justru adalah orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Tahukah Anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah,
‘Aku cinta kamu’ , ‘Maaf’ dan ‘Tolong aku’

Tahukah Anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah Anda kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah Anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang yang tidak ingin diperhatikan tetapi sangat butuh bantuan & pengertian anda?

Tahukah Anda apabila Anda menolong seseorang, pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah Anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan Anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?

Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut akan lebih bernilai saat Anda mengatakannya secara langsung di hadapan orang tersebut?

Tahukah Anda apabila Anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan tersebut pasti akan dikabulkan?

Tahukah Anda bahwa Anda bisa mewujudkan impian Anda, seperti jatuh cinta, menjadi kaya dan selalu sehat, jika memintanya dengan keyakinan?

Jika Anda benar-benar tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa Anda lakukan,

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan sebelum Anda mencobanya sendiri,,,

Jika Anda tahu seseorang yang benar-benar butuh sesuatu yang saya sebutkan di atas, dan Anda tahu Anda bisa menolongnya, Anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat,,,

Hari ini,
Bola PERSAHABATAN
ada dilapangan Anda,
Kirim ini kepada orang yang benar-benar sahabat Anda!!!
(termasuk saya jika saya juga sahabat Anda)

Juga,
Jangan merasa kecewa apabila tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada Anda,

Setidaknya,
Anda mengetahui bahwa Anda tetap menjaga bola PERSAHABATAN ini untuk orang lain.

……thanks to melky[at]cetivasi.com

Kekuatan Pujian

February 2nd, 2008  Tagged ,


…postingan dari milis…

Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara bagus. Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.

Kalau isterinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi. Lain kali dia berkata, bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik, “bagian akhir harusnya “kres”.. naik sedikit. Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan “Wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran…”

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika isterinya bertanya, “Pak, bagaimana laguku?”

Dia menjawab antusias, “Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar
engkau menyanyi.”

Lain kali dia berkata, “Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang
terngiang-ngiang”

Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat.

Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saatsuaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.

Ayo kita mulai saling memuji antar sesama, dimana saat ini kita lebih senang untuk mengkritik orang, kita coba untuk memuji sesama. dimana bila kita mengkritik, kejelekan orang yang kita perhatikan, tetapi dengan memuji, kita akan memperhatiakan kelebihan sesorang.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima,memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah. Continue reading »

Happy B’day My Lovely Wife

February 2nd, 2008

….selamat ulang tahun my lovely wife. Semoga panjang umur dan selalu diberkati…

The Life in Organization

February 1st, 2008  Tagged , , ,

…sekedar berbagi, hasil postingan dari milis manager-indonesia.

Mr. Magorium adalah seorang pemilik sebuah toko mainan anak-anak yang ajaib / magic. Mengapa magic? Karena semua mainan di sana hidup. Bisa terbang, bisa bergerak, bisa interaktif bermain dengan anak-anak. Ketika Mr. Magorium ingin mewariskan tokonya kepada penerusnya dia memberikan sebuah Congreve cube, sebuah kubus kayu ukuran 20 x 20 cm.
Penerusnya bingung dan merasa tidak mampu karena tidak memiliki Magic, sehingga semua mainan di dalam toko menjadi mati, dan akhirnya tokonya pun menjadi sepi pembeli.
Dia sungguh bingung, apa yang harus dilakukan dengan sebuah kubus kotak? Dia sungguh merasa buntu, bagaimana caranya menemukan Magic?
Hingga akhirnya dia melihat bahwa kubus kayu itu bisa bergerak. Bergulir ke samping. Bergulir kembali. Dan dia tahu bahwa kubus tersebut ternyata bisa bergerak, bisa terbang! Maka toko mainannya menjadi hidup kembali, dan Magic bisa kembali datang.
Mr. Magorium pernah mengatakan:
“Seseorang yang tidak bisa melihat kehidupan dalam hidup, maka dia sesungguhnya mati”.
Ternyata di dalam toko mainan bisa kita lihat kehidupan, bahwa semua isi toko mainan anak-anak tersebut hidup. Demikian pula dalam organisasi. Ada kehidupan dalam sebuah organisasi.
Bila kita tidak mampu melihat kehidupan dalam organisasi, maka sebuah bisnis hanyalah sebuah angka. Angka saja. Penjualan naik sekian, profit bertambah sekian. Sebuah angka saja.
Namun dibalik semua itu, sebuah organisasi adalah hidup. Di dalamnya diisi dengan cita-cita karyawan, masa depan karyawan, harapan karyawan, hasrat pemimpin, perhatian dari pemimpin, setiap hari memikirkan kehidupan dalam organisasi.
Setiap hari ada karyawan yang merasa putus asa, putus harapan. Maka ketika pemimpin membantu karyawan tersebut, maka dia memberi kehidupan dalam organisasi. Ketika pempimpin buta, tidak mengacuhkan harapan karyawan yang putus asa, maka sesungguhnya terjadi kematian dalam organisasi tersebut.
Semakin banyak kematian-kematian terjadi, maka akibatnya seluruh organisasi menjadi terpuruk. Hasilnya menurun.
Sebaliknya bila kehidupannya bertumbuh, maka efeknya akan membawa kehidupan, perkembangan dalam organisasi.
Bagaimana caranya mendeteksi kehidupan dalam organisasi?
Bagaimana caranya memimpin spirit organisasi?
Bagaimana caranya menjadi Spiritual Company, perusahaan yang memiliki spirit, semangat organisasi?
Dalam sebuah organisasi, pondasi utamanya adalah Compassion atau rasa kasihan. Itulah yang mengikat batin seluruh karyawan.
Yang terpenting bagi seorang Salesman bukanlah bagaimana caranya memiliki sebuah berlian, namun yang terpenting adalah uang bensin dan uang makan, sebab tanpa itu maka dia terpaksa harus hutang. Dan itu sungguh menyakitkan.
Oleh karena itu, seorang pemimpin yang berbasis nurani tidak akan memotong hak karyawan.
Misalnya seorang Manajer memiliki hak bensin sebesar Rp 1,500,000 sebulan, ketika dia dipotong uang bensinnya. Maka sesungguhnya batinnya terluka, bukan masalah uang berapa ratus ribu, namun batinnya terluka. Harga dirinya terluka.
Ketika seorang karyawan dimarahi tanpa alasan, dengan emosi yang berlebihan, maka sesungguhnya batinnya terluka, karyawan tidak hanya mencari uang gaji untuk makan, namun sesungguhnnya ada yang lebih besar, yaitu mereka bekerja untuk menegakkan harga dirinya. Harkat hidupnya.
Maka ketika seorang pemimpin selalu marah, selalu mencela bawahannya sesungguhnya dia hanya mendapatkan keringat karyawan, bukan hatinya.
Gaji hanya membayar untuk makan saja, namun harapannya, keyakinannya, rasa kasih, cinta kepada perusahaan tidak timbul hanya dari haji, namun dari pedoman dari sosok pemimpin.
Ketika pemimpin mampu memiliki pedoman kebenaran, maka seluruh karyawan seketika memiliki harapan, keyakinan dan rasa cinta kepada perusahaan.
Pedoman kebenaran, itulah yang menerangi kegelapan yang dirasakan seluruh karyawan. Mereka sudah buntu hidup dari UMR. Gaji tidak seberapa, biaya hidup yang selalu meningkat. Pedoman akan kebenaran itulah yang menerangi kegelapan.
Seorang yang memiliki pedoman kebenaran tidak akan menyalahkan yang benar, dan membenarkan yang salah. Itu saja. Maka ketika pedoman kebenaran dimiliki seorang pemimpin, maka seluruh organisasinya menjadi hidup, memiliki:
*) harapan
*) keyakinan dan
*) cinta kepada perusahaan.
Kadang kita hidup tidak dapat merasakan perasaan atau masalah orang lain. Misalnya, di Jakarta sering hujan, namun kalau kita masih di dalam kantor, kita tidak tahu bagaimana di luar hujan, banjir, dan bagaimana anak-anak sekolah bermain hujan-hujanan, tidak dapat sekolah. Bagaimana kita tahu keadaan luar? Dan ketika ada Salesman yang tidak masuk, kita marah besar. Padahal mungkin di rumah kita air banjir masuk rumah.
Ada teman lain yang menyetel musik keras-keras. Heran, musik yang seharusnya didengar pelan-pelan dan terdengar indah harus disetel keras-keras. Telinganya seperti sudah tuli. Aneh, tanpa terasa, sedikit demi sedikit telinga kita menjadi kurang peka, dan agak seperti tuli. Menyetel musik harus keras-keras. Itulah, kita seolah-olah semakin lama menjadi semakin kurang peka dengan keadaan.
Di beberapa peruahaan menerapkan banyak peraturan. Ada klain uang bensin, uang harian, uang makan, uang pulsa, uang parkir, uang tol, uang ini dan itu. Ketika karyawan ijin tidak masuk kerja, gaji pokok pun dipotong, karena belum memiliki hak cuti. Aneh, namanya gaji pokok tapi dipotong. Seolah olah kita semakin tidak peka dengan penderitaan orang kecil. Uang bensin yang seharusnya dibayarkan tiap tanggal 15 bisa mundur, alasannya pimpinan lagi sibuk. Lalu salesman harus pinjam uang untuk bayar bensin, karena memang uangnya pas-pasan. Beberapa buku menyebutkan jangan memeras penderitaan orang kecil demi keuntungan, namun seolah olah kita sudah tuli. Rasanya pintu iba sudah tertutup rapat-rapat oleh nafsu ego.
Di mobil kita terbiasa pakai AC, setel musik keras-keras, bagaimana kita tahu bagaimana perasaan pengemis di samping kita? Bagaimana kita tahu perasaan tukang parkir? Kita mau mengeluarkan mobil, terhalang sedikit sudah pencet klakson keras-keras. Kata tukang parkir:
Kalau mau lega, parkir saja di lantai 6 Ruko, naik helikopter
Kita marah-marah kepada bawahan hingga bawahan mengatakan:
Mentang-mentang jadi Boss. Ngomong seenak sendiri, kebun binatang keluar
Janganlah kita sampai mengatakan nama-nama binatang. Kita manusia, bagaimanapun punya perasaan, masak kita disamakan dengan kebo, kambing, dan lain-lain. Itu sangat menyakitkan. Upah kerja tidak seberapa, namun tekanan perasaan sampai menusuk hati. Siapa yang bisa mengontrol emosi? Kecuali diri sendiri.
Kita sudah menjadi kepala divisi, sudah pakai mobil paling bagus di kantor. Tidak pernah kehujangan, kepanasan. Namun seolah-olah ada pikiran:
“I give you the world, but The World is not enough”
Bagaimana caranya mengidentifikasi perasaan orang lain dalam organisasi?
Untuk itu dibutuhkan Conscience, atau Hati Nurani, jiwa kita. Jiwa itu lawannya Ego. Kalau Ego mementingkan diri sendiri, maka Jiwa kita mementingkan orang lain. Ketika kita mendekatkan diri pada hati nurani, maka kita akan diberkati suatu empati yang luar biasa besar. Dia akan tahu perasaan dan pikiran orang lain secara otomatis.
Oleh karena itu, seseorang yang telah mengenal jati dirinya, jiwanya, maka dia dibukakan, dia akan diberi tahu, dia akan langsung memiliki akses kepada Sang Pencipta, dia akan secara otomatis tahu mengenai perasaan dan pikiran orang lain. Dirinya menjadi Sangat peka kepada empati. Inilah Magic terbesar dalam hidup.
Seseorang yang mengenal jati dirinya, akan mengerti. Dia akan mengerti kebenaran. Dia akan menjadi obyektif. Dia memiliki rasa belas kasih yang luar biasa tinggi. Perasaannya peka akan penderitaan yang tertindas.
Teman saya bertanya: bagaimana caranya kita mengenal jati diri? Bagaimana sifat-sifat jati diri? Jati diri itu adalah hati nurani, Kalbu. Jati diri bisa dikenal lewat keikhlasan. Mengapa ikhlas? Karena bila kita tidak ikhlas, tidak berserah, maka kita senantiasa memikirkan keinginan kita. Oleh karena itu, keinginan diri sendiri itulah Ego. Ketika kita ikhlas, maka kita akan mulai memikirkan orang lain. Memikirkan orang lain adalah empati, itulah pintu menuju hati nurani. Kita memikirkan orang lain, menemukan jati diri.
Kadang orang salah mengartikan jati diri dengan bebas menjadi diri sendiri, lalu ngomong keras-keras, teriak-teriak, seenak sendiri, semau gue. Itu bukan jati diri, itu tidak tahu malu.
Jati diri memiliki sifat-sifat:

  • belas kasih
  • trust, dipercaya
  • empati
  • damai
  • tenteram
  • sentosa
  • bebas
  • kreatif

Maka kalau ada orang yang mampu mencipta lagu, dia sudah dekat dan mengenal jati dirinya. Kemampuan berkreasi, mencipta adalah sifat-sifat jati diri. Orang yang mengenal jati diri akan mengerti. Dia kan tahu. Entah diberitahu, atau dia peka dan tahu sendiri akan hal-hal di sekelilingnya.
Orang yang dekat dengan jati dirinya akan sadar. Sadar? Sadar dari apa? Banyak orang mabuk, entah mabuk cinta, mabuk janda, mabuk harta, mabuk kekuasaan. Ada yang mabuk belanja. Disebut mabuk karena tidak sadar. Kalau dia dekat dengan jati dirinya, maka dia tidak akan mabuk. Heran, sudah menjadi pangeran Republik Indonesia malah mengejar yang belum ada. Akhirnya istri diceraikan.
Orang yang dekat dengan jati dirinya akan menjadi pemimpin. Semua orang di dunia memiliki Kalbu. Ikatan jiwa, ikatan Kalbu itulah yang membuat semua orang mengikuti pemimpin. Orang bilang kharisma, sesungguhnya itu adalah ikatan Kalbu. Ikatan jiwa.
Banyak yang tidak mengerti bahwa ikatan Kalbu membuat seseorang menjadi pemimpin. Maka sesungguhnya, bonus bila kita dekat dengan jati diri, adalah kita mampu menjadi pemimpin, mampu mengendalikan orang lain, dan oleh karena itu, mampu mendapatkan kepercayaan orang lain, mampu mendapatkan rejeki. Karena rejeki datang bila mereka percaya kepada kita. Rejeki datang secara ikhlas, oleh karena itu harus didasari oleh keikhlasan kita sendiri.
Banyak yang salah mengartikan hati nurani, jiwa kita, Kalbu kita, sebagai naluri suara hati, seolah-olah kita mampu meramal kejadian. Itu salah kaprah. Naluri dilandasi oleh ego, sedangkan hati nurani dilandasi oleh compassion, belas kasih.

Penulis
Goenardjoadi Goenawan
Talent Box
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2
http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=5630&pageNum=2
Miliki Buku-buku karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. & Ir. Stefanus Indrayana, MBA.:
* The Secret of Better Life
* Best Life - Menjalani Hidup Bahagia Penuh Makna [terbit 31 Mei 2007]
* Manajemen Berbasis Nurani [terbit 1 Januari 2007]
Dan juga karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. lainnya:
* Memasarkan Dengan Hati [terbit 8 November 2006]
* Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani * Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku
* Pelangi Kehidupan Entrepreneur

semoga bisa menginspirasi semuanya..